Saturday, May 7, 2016

Manfaat Teh Putih Bagi Kesehatan Tubuh Kita

teh putih
Beberapa macam teh yang telah dikenal luas oleh masyarakat adalah teh hijau, teh putih, teh hitam, teh herbal chamomile, dan teh oolong. Sama seperti kopi, teh juga mengandung kafein, namun dalam kadar yang lebih sedikit. Diantara jenis teh yang disebutkan, teh putih adalah yang paling sedikit mengandung kafein dibandingkan jenis lainnya.

Teh putih dihasilkan dari daun teh yang belum teroksidasi dan belum diawetkan. Daun teh putih dipanen ketika usianya masih muda untuk kemudian dikukus beberapa waktu, lalu dikeringkan tanpa melalui proses fermentasi. Oleh sebab itu, kandungan antioksidannya sangat tinggi. Dari segi rasa, teh putih lebih manis dan lebih ringan dibandingkan teh hijau. Selain itu, teh putih juga mempunyai sifat antimikroba.





Teh putih mengandung senyawa polifenol yang dapat melawan radikal bebas, termasuk juga mencegah terjadinya kanker. Kerusakan akibat radikal bebas atau biasa juga dikenal dengan stres oksidatif menjadi salah satu proses penting terhadap terjadinya penyakit kanker, dan kandungan polifenol dalam teh putih dipercaya dapat mengurangi stres oksidatif ini.


Tingginya kandungan antioksidan dalam teh putih dapat membantu menjaga kesehatan kulit serta membuatnya tetap awet muda. Selain itu, antioksidannya juga mampu membantu melindungi kulit dari bahaya sinar UV.


Selain polifenol, teh putih juga mengandung flavonoid yang mampu meminimalisir risiko gangguan pada sistem kardiovaskular. Senyawa antioksidan tersebut dipercaya dapat memperbaiki fungsi endotel dan menghambat oksidasi kolesterol jahat yang ada dalam darah.


Teh putih adalah salah satu minuman terbaik bagi penderita diabetes karena dapat membantu menurunkan resistensi insulin serta meningkatkan sensitivitas hormon tersebut. Hal itu bermanfaat untuk memperbaiki kontrol gula darah terhadap penderita diabetes.


Teh putih mempunyai sifat anti-bakteri yang berguna untuk sistem kekebalan tubuh. Hal ini akan membuat tubuh terhindar dari risiko serangan mikroorganisme dan bakteri yang bisa menimbulkan infeksi pada tubuh.


Untuk menurunkan berat badan diperlukan gaya hidup sehat seperti olahraga dan pola makan seimbang. Selain dua hal tersebut, anda juga bisa menambahkannya dengan minum teh putih secara rutin karena, teh ini juga bermanfaat untuk menjaga berat badan tetap stabil. Teh putih tidak mengandung banyak kalori.



Berbagai Hal Yang Dapat Mengganggu Fungsi Ginjal

Hal-hal yang dapat mengganggu fungsi ginjal
Ginjal merupakan organ yang sangat penting dan mempunyai peran vital untuk menjaga kesehatan tubuh kita. Apabila kondisi ginjal terganggu, maka hal tersebut juga akan mempengaruhi kesehatan kita secara keseluruhan. Oleh sebab itu, menjaga kondisi ginjal agar tetap berfungsi dengan baik adalah suatu keharusan. Salah satu cara untuk menjaganya adalah dengan menerapkan pola hidup yang baik dan menghindari hal-hal yang dapat merusak ginjal.

Ada beberapa hal yang dapat mengganggu kinerja ginjal, diantaranya adalah :

1. Alkohol
Dampak buruk alkohol bagi kesehatan tubuh tampaknya tidak perlu diperdebatkan lagi. Tidak hanya hati saja yang dipertaruhkan, ginjal pun juga bisa rusak akibat dari minum minuman keras.

2. Soda

Berdasarkan sebuah penelitian di tahun 2008, orang yang minum 2 gelas soda atau lebih per harinya, memiliki risiko yang besar untuk terkena penyakit ginjal kronis. Walaupun belum jelas hubungan antara kerusakan ginjal dan minuman bersoda, namun menurut The New York Times, minuman bersoda memiliki kandungan kadar asam fosfat yang tinggi. Asam tersebut dikaitkan dengan batu ginjal dan masalah ginjal lainnya, termasuk gagal ginjal.

3. Menahan kencing

Kebiasaan menunda atau menahan kencing juga dapat mempengaruhi fungsi ginjal. Menunda kencing dalam waktu yang lama bisa membuat kandung kemih tertekan, dan hal ini tidak baik untuk ginjal.

4. Kekurangan vitamin

Orang yang kekurangan vitamin tertentu juga berisiko mengalami masalah pada ginjal. Seperti halnya kekurangan vitamin B6, di mana hal ini bisa menyebabkan batu ginjal. Untuk itu, anda disarankan untuk menerapkan pola makan yang sehat dan diet yang seimbang. Beberapa makanan yang baik untuk dikonsumsi adalah kacang polong, hati sapi, ikan, dan kentang.

5. Kelebihan Protein

Para ahli kesehatan mengungkapkan bahwa mengasup protein dalam jumlah yang tinggi dapat membahayakan ginjal, tergantung juga pada faktor-faktor lainnya. Ginjal akan bekerja sangat keras saat anda mengonsumsi makanan berprotein tinggi dalam jumlah yang besar.

6. Kelebihan garam

Mengonsumsi makanan yang tinggi garam berisiko menyebabkan naiknya tekanan darah. Selain itu, jika anda mengonsumsi garam terlalu banyak, beban kerja ginjal akan semakin berat dan kesulitan membuang kelebihan garam.

7.  Kurang minum air

Memenuhi kebutuhan akan asupan air sangatlah penting. Air dapat membuang racun dalam tubuh. Kurang minum akir dapat memicu penumpukan racun dalam darah, dan hal ini dapat mengganggu fungsi ginjal.

8. Mengonsumsi obat tertentu

Kebiasaan mengonsumsi obat penghilang rasa sakit diketahui juga dapat mempengaruhi fungsi ginjal. Anda harus tahu tentang efek samping dari obat-obatan yang anda konsumsi. Anda bisa berkonsultasi dengan dokter mengenai efek samping dari obat-obatan yang anda konsumsi.

9. Kekurangan mineral

Sama halnya dengan vitamin, kekurangan mineral tertentu juga mempengaruhi kondisi ginjal. Apabila tubuh kekurangan magnesium, maka tubuh tidak mampu menyerap kalsium dengan baik. Jika kalsium tidak bisa diserap dengan optimal, maka hal ini bisa menyebabkan batu ginjal. Untuk mengatasi ini, anda bisa mengonsumsi sayuran berdaun, buncis, biji-bijian, dan kacang-kacangan.

10. Rokok

Salah satu kebiasaan buruk yang dapat merusak ginjal adalah merokok. Rokok dapat mengganggu sirkulasi darah ke berbagai organ. Apabila sirkulasi tersebut terganggu, maka fungsi ginjal pun juga akan terganggu dan bermasalah.

Wednesday, April 27, 2016

Cara Mudah Mengatasi Rambut Botak

Rambut Botak
Rambut rontok merupakan salah satu masalah klasik yang harus dihadapi baik pria maupun wanita. Menurut American Academy of Dermatology, setengah dari jumlah pria botak mengalami kebotakan pada usia 50 tahun.

Gen memainkan peran yang besar dalam hal ini, dan para pakar sepakat bahwa tidak banyak yang bisa dilakukan terhadap kebotakan terkait faktor genetik, meskipun beberapa obat dapat mengurangi terjadinya kerontokan rambut. Yang paling populer adalah minoxidil (Rogaine) dan finasteride (Propecia), di mana keduanya terbilang cukup efektif namun memiliki efek samping yang serius. Untuk merawat rambut yang rontok ataupun botak untuk bisa menumbuhkannya kembali, dapat dilakukan dengan memberikan nutrisi pada rambut.

Nutrisi Yang Penting Untuk Pertumbuhan Rambut

1. Zat besi

Para dermatologi di Cleveland Clinic telah menghubungkan antara kekurangan zat besi (dengan atau tanpa anemia) dengan kerontokan rambut, dan telah menemukan bahwa mengatasi kekurangan zat besi dapat memaksimalkan kemampuan pasien untuk menumbuhkan rambutnya kembali. Zat besi bisa diperoleh dari daging merah, sayuran berdaun gelap, biji-bijian, telur, dan tiram.

2. Magnesium

Kekurangan magnesium, dalam kaitannya dengan kadar kalsium, dapat menyebabkan rambut rontok. Untuk memperbaikinya, kurangi asupan gula dan konsumsilah bayam, biji labu, mackerel, dan lentil.

3. Selenium

Selenium merangsang pertumbuhan folikel rambut. Sebuah penelitian tahun 2010 menemukan bahwa kadar selenium yang rendah menyebabkan kelainan pada folikel rambut dan rambut rontok. Selenium bisa dijumpai pada kacang Brazil, tuna, dan sarden.

3. Biotin

Beberapa jenis vitamin B dinilai mempunyai peran penting untuk pertumbuhan rambut, terutama biotin, kata Dr Schwartz. Beberapa ahli percaya bahwa biotin dapat menumbuhkan rambut kembali dan mencegah terjadinya uban prematur. Ragi, kenari, telur, dan sarden adalah makanan-makanan yang mengandung biotin.

Mengenal Hati dan Perannya Dalam Tubuh

Hati dan peranannya
Hati atau liver adalah organ padat terbesar dan kelenjar terbesar dalam tubuh manusia. Hati terletak tepat di bawah diafragma di sisi kanan-atas tubuh dan mempunyai sejumlah peran penting. Digolongkan sebagai bagian dari sistem pencernaan, peran hati meliputi detoksifikasi, sintesis protein, dan produksi bahan kimia yang diperlukan untuk pencernaan

Hati mempunyai warna coklat-kemerahan dengan tekstur kenyal, terletak di atas dan di sebelah kiri perut dan di bawah paru-paru. Beratnya antara 1,44 hingga 1,66 kg. Hanya kulit satu-satunya organ yang lebih berat dan lebih besar. Hati kurang lebih berbentuk segitiga dan terdiri dari dua lobus, lobus kanan lebih besar dan lobus kiri lebih kecil.

Tidak seperti kebanyakan organ, hati memiliki dua sumber utama darah. Pertama adalah vena portal yang membawa darah kaya nutrisi dari usus dan limpa menuju hati. Kedua, arteri hepatik yang membawa darah beroksigen dari jantung.

Berikut ini ada beberapa fakta menarik tentang hati


    Hati digolongkan sebagai kelenjar.
    Hati melakukan lebih dari 500 peran dalam tubuh manusia.
    Satu-satunya organ yang dapat beregenerasi.
    Merupakan organ padat terbesar dalam tubuh.
    Karbohidrat dipecah dan disimpan sebagai glikogen dalam hati.
    Salah satu tugas pentingnya adalah menghilangkan racun dari tubuh.
    Alkohol adalah salah satu penyebab utama terganggunya fungsi hati.
    Demam kuning dan malaria mempengaruhi hati.
    Albumin diproduksi di hati dan membantu mencegah pembuluh darah dari terjadinya ‘kebocoran’.

Hati memiliki peran penting bagi tubuh,
diantaranya adalah :

1. Produksi empedu
Empedu membantu usus kecil untuk memecah dan menyerap lemak, kolesterol, dan beberapa vitamin. Empedu terdiri dari garam empedu, kolesterol, bilirubin, elektrolit, dan air.

2. Menyimpan vitamin dan mineral
Hati menyimpan vitamin A, D, E, K, dan B12. Hati menjaga sejumlah vitamin-vitamin tersebut tetap tersimpan. Zat besi dari hemoglobin dalam bentuk feritin disimpan dalam hati, siap untuk membuat sel-sel darah merah baru. Hati juga menyimpan tembaga dan melepaskannya saat dibutuhkan.

3. Menyaring darah
Hati menyaring dan menghilangkan senyawa-senyawa dari dalam tubuh, termasuk hormon seperti estrogen dan aldosteron, dan senyawa dari luar tubuh seperti alkohol maupun obat-obatan lainnya.

4. Produksi Albumin
Albumin adalah protein yang paling umum dalam serum darah. Albumin mengangkut asam lemak dan hormon steroid untuk membantu menjaga tekanan osmotik yang benar dan mencegah ‘kebocoran’ dari pembuluh darah.

5. Membantu menciptakan faktor pembekuan darah (antikoagulan)
Vitamin K dibutuhkan untuk membuat koagulan tertentu, dan untuk menyerap vitamin K, empedu sangatlah penting. Empedu dibuat di dalam hati. Jika hati tidak cukup memproduksi empedu, maka faktor pembekuan tidak dapat diproduksi.

6. Memetabolisme karbohidrat

Karbohidrat disimpan dalam hati di mana karbohidrat dipecah menjadi glukosa dan tersedot ke dalam aliran darah untuk mempertahankan kadar glukosa yang normal. Karbohidrat disimpan sebagai glikogen dan dilepaskan saat setiap kali ledakan cepat energi dibutuhkan.

7. Fungsi Imunologi
Hati adalah bagian dari sistem fagosit mononuklear yang berisi sejumlah besar sel-sel aktif imunologis bernama sel kupffer; sel-sel ini menghancurkan patogen yang bisa masuk ke hati melalui usus.


Gangguan Makan Berlebihan ( Binge Eating Disorder )

Gangguan Makan Berlebih
Jika anda makan berlebihan dalam waktu singkat secara teratur dan seakan kehilangan diri saat makan, anda mungkin mengalami gangguan makan yang dinamakan ‘Binge Eating Disorder‘. Gangguan ini dapat mempengaruhi kesehatan seseorang dalam banyak cara, namun dua dari risiko utama yang akan dialaminya adalah kenaikan berat badan dan obesitas. Dua-pertiga dari mereka yang mengalami gangguan Binge Eating umumnya mengalami obesitas, walaupun orang dengan berat badan normal juga bisa saja memiliki gangguan ini.

Gejala Binge Eating Disorder Yang Mungkin Dapat Timbul

Anda mungkin tidak mempunyai gejala atau tanda-tanda fisik yang jelas saat anda mengalami gangguan makan seperti Binge Eating ini. Anda mungkin hanya terlihat lebih gemuk, obesitas, atau kelebihan berat badan. Namun demikian, anda mungkin masih bisa memiliki tanda -tanda perilaku dan emosional seperti ini :

    Sering makan sendirian.
    Makan dengan cepat.
    Tetap makan walau sudah kenyang atau saat tidak lapar sekalipun.
    Makan dalam jumlah yang sangat besar.
    Mengalami depresi dan kecemasan.
    Merasa bersalah, tertekan marah, malu, atau jika tentang perilaku makannya.
    Sering diet, namun tidak mengalami penurunan berat badan.
    Kalaupun kehilangan berat badan, akan naik kembali dengan cepat, secara berulang-ulang.
    Merasa terisolasi dan sulit mengungkapkan perasaan.

Faktor Penyebab Gangguan Makan Berlebihan

Penyebab dari gangguan makan Binge Eating tidak diketahui secara pasti. Namun masalah psikologis, diet, faktor biologis, dan riwayat keluarga bisa menjadi faktor-faktor risikonya. Adapun penjelasan mengenai faktor-faktor risiko ini adalah sebagai berikut :

1. Faktor Psikologis

Sebagian besar orang yang memiliki gangguan makan Binge Eating cenderung memiliki berat badan berlebih, begitu peduli dengan penampilannya, namun merasa buruk mengenai hal tersebut. Jika anda memiliki gangguan makan seperti ini, anda mungkin cenderung bertindak impulsif dan merasa tidak mampu mengontrol perilaku anda. Anda juga bisa mengalami kesulitan dalam menghadapi stres, kebosanan, kemarahan, kesedihan, dan rasa khawatir. Selain itu, bisa juga anda memiliki sejarah penyalahgunaan zat hingga depresi.

2. Faktor biologis dan Riwayat Keluarga

Anda memiliki risiko untuk mengalami gangguan makan berlebihan apabila orang tua atau saudara anda juga pernah atau memiliki gangguan yang sama. Beberapa orang yang memiliki gangguan makan berlebihan bisa saja mewarisi gen yang membuatnya lebih rentan untuk mengalami gangguan tersebut, atau kemungkinan struktur kimiawi otak mereka telah berubah.

3. Usia
Walaupun setiap orang dari berbagai usia bisa saja mengalami gangguan makan berlebihan, namun kondisi ini sering terjadi di awal 20-an atau di akhir usia belasan.

4. Diet

Diet juga bisa dimasukkan sebagai faktor pencetus seseorang memiliki gangguan Binge Eating. Diet bisa mendorong seseorang untuk makan secara berlebihan, terlebih jika orang tersebut mempunyai gejala depresi dan harga diri yang rendah.